My Visual DNA

Read my VisualDNA Get your own VisualDNA™

Advertisements

Lagi-Lagi Tentang Bahasa Inggris

Yaa, tentang Bahasa Inggris lagi… semoga belum bosan, setelah ini saya nulis tentang hal lain…

Life at the the Department has been very hectic. Mungkin mahasiswa memperhatikan ada beberapa dosen lenyap dari pandangan. Kalau bu Sita sih, memang sudah sering menghilang, karena (menurut rumors yang beredar) bu Sita, kan, banyak proyek 😉

Jujur saja, kampus kita jarang terima tamu, apalagi profesor-profesor LN. Akan tetapi, selama dua hari kemarin, kita kedatangan dua rombongan tamu dari LN! Rombongan pertama datang dari Negeri Belanda , sedangkan rombongan kedua datang dari Swedia. Terpaksalah gen Bahasa Inggris saya harus turn on, karena untuk bincang-bincang, saya tidak bisa Bahasa Belanda, apalagi Bahasa Swedia. Terpaksa juga banyak pekerjaan rutin diabaikan, dan untuk itu, saya mohon maaf, terutama kepada mahasiswa.

Kedua rombongan datang untuk hal yang berbeda, tapi ada tema berulang yang disampaikan, yaitu tentang kesempatan melanjutkan sekolah di Belanda dan Swedia bagi lulusan Departemen Biologi. Dan yang ditekankan adalah, mereka mencari the young scientists 🙂 That means you, para alumni (dan juga, calon alumni) Biologi tersayang!

Persyaratan berbeda-beda, tapi ada benang merah persyaratan yaitu lagi-lagi, TOEFL Score of minimum 550. Malah ada program di Belanda yang minta TOEFL 600, karena programnya adalah Top Master Program yang sangat kompetitif (jatah 10 orang saja dari seluruh dunia). Dan satu hal lagi… calon harus menulis suatu statement of purpose/letter of motivation (dalam Bahasa Inggris, tentunya). Ini yang lebih berat, karena menuntut kemampuan tulis yang cukup meyakinkan.

But the point is, these programs are out there for your taking. What you want to do, is up to you. Jangan takut berbicara dan menulis, lama-lama pasti akan membaik. Manfaatkan makhluk yang bernama weblog /blog seperti ini untuk menulis.

Selamat menikmati libur!

Pentingnya bisa Bhs Inggris (tapi bukan les TOEFL)

Sudah satu bulan ini saya disibukkan (lebih tepatnya, disiksa ;-)) oleh penyusunan proposal pengiriman karyasiswa/calon S3 ke LN lewat program presidential scholars fund. Dalam program tersebut universitas yang diundang dapat mengirim sampai 30 calon Ph.D ke LN (Amerika, Jepang, dll) untuk mendalami bidang unggulan universitas. Untuk bidang unggulan UI, sila jenguk ke sini .

Keterlibatan saya dalam pembuatan proposal banyak ditunjang oleh kemampuan saya dalam berbahasa Inggris. Sambil menyusun, saya perhatikan requirement nya adalah skor TOEFL 525. Tidak terlalu tinggi, karena calon toh akan dilatih lagi sebelum berangkat. Tapi sebetulnya, skor TOEFL itu pun tidak akan banyak berguna kalau kemampuan bahasa Inggris tidak dilatih terus.

Saya jadi ingat kembali ke jaman kuliah S2 dulu. Hari pertama kuliah di Madison Wisconsin, langsung ikut Introduction to Biochemistry dan pikiran pertama saya adalah "Walah, ini kalau tidak biasa dengar orang Amerika ngomong, bisa frustrasi nih!" Dosen bicara dengan cepat selama 120 menit di ruang kelas segede B 101. Apalagi mahasiswa Indonesia cuma saya seorang (jaman itu, belajar biochemistry tidak populer di kalangan mahasiswa Indonesia :-)) Sekarang sih, alumni Biologi UI lumayan bertebaran di universitas-universitas USA, Eropa dan Jepang. Sebagai guru, ya bangga dong melihat ini, walau kontribusi sebagai dosen Bahasa Inggris sih, keciiil.

Nah,  karena melihat banyak friend request datang dari alumni-alumni (yang dulu pernah ikut kuliah Bhs Inggris ;-)), saya ingin garisbawahi lagi pentingya bisa Bahasa Inggris apabila ingin bersekolah (lagi). Kesempatan banyak, tidak perlu khawatir. Yang penting bukan mati-matian kursus TOEFL (yang makin lama makin mahal), akan tetapi exposure kepada Bahasa Inggris secara teratur. Kalau membaca Harry Potter atau Shopaholic series atau Da Vinci Code, cari versi Inggris, kalau nonton Spiderman jangan lihat teks subtitle. Mau belajar dari Ibu Sita lagi? Nggak kapok ya? 😉 Baca-baca tulisan saya di Sita’s musings . Saya pun harus terus melatih kemampuan saya, karena kalau tidak, kemampuan saya akan merosot juga. Maaf, belum banyak posting, karena harus curi-curi waktu (dan bandwidth UI yang lebar) seperti sekarang ini.

Lha kalau tidak mau sekolah di USA/UK/Australia kan tidak perlu Bhs Inggris? Betul, dan untuk mereka-mereka, sila abaikan posting ini :-)).